KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya melalui Fakultas Peternakan, mengumumkan peluncuran program akademik terbaru yang bernama “Program Magang Terintegrasi dan Kemitraan Industri Peternakan” (PMTKIP) pada Selasa, 01 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa sekaligus memperkuat ekosistem peternakan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program tersebut dilaksanakan melalui acara seminar akademik yang dihadiri oleh pejabat universitas, dosen, mahasiswa, dan praktisi industri peternakan. Acara berlangsung di Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari dengan menghadirkan berbagai narasumber dari industri peternakan lokal dan nasional.
### Latar Belakang dan Urgensitas Program
Sektor peternakan merupakan salah satu pilar ekonomi Sulawesi Tenggara yang terus berkembang. Namun, tantangan nyata dalam hal sumber daya manusia yang kompeten menjadi hambatan utama bagi industri peternakan di kawasan ini. Dengan populasi ternak yang semakin meningkat, kebutuhan akan tenaga profesional yang menguasai teknologi modern dan praktik peternakan berkelanjutan semakin mendesak.
Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah berdiri sejak 2015, terus berupaya mengembangkan kurikulum dan program akademik untuk memenuhi kebutuhan industri. Respons atas kebutuhan pasar kerja ini mendorong institusi untuk merancang program magang yang tidak hanya bersifat konvensional, tetapi juga mengintegrasikan teknologi digital, manajemen bisnis modern, dan praktik keberlanjutan lingkungan.
“Kami melihat bahwa lulusan kami memerlukan pengalaman praktis yang mendalam sebelum memasuki dunia kerja. Program PMTKIP adalah jawaban konkret terhadap permintaan industri yang semakin kompleks,” ungkap Dr. Ir. Muhammad Rizal, S.Pt., M.P., Dekan Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam sambutannya pada acara peluncuran.
### Struktur dan Mekanisme Program
Program PMTKIP dirancang dengan struktur yang komprehensif dan fleksibel. Mahasiswa tingkat akhir (semester 7 dan 8) dari program studi Manajemen Peternakan, Nutrisi Ternak, dan Kesehatan Hewan memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini. Durasi magang adalah delapan minggu, dengan penempatan di berbagai lokasi industri peternakan yang tersebar di Sulawesi Tenggara dan sekitarnya.
Pembimbing akademik akan ditugaskan untuk mendampingi setiap kelompok mahasiswa yang terdiri dari tiga hingga lima orang. Selain itu, setiap mahasiswa akan memiliki mentor dari industri yang akan memberikan panduan teknis dan operasional. Kombinasi antara bimbingan akademis dan praktis ini diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran yang holistik.
Kurikulum magang mencakup beberapa modul utama, antara lain: manajemen sistem produksi ternak, aplikasi teknologi digital dalam manajemen peternakan, penanganan kesejahteraan hewan, implementasi standar biosecurity, pemasaran produk peternakan, serta pengelolaan limbah dan energi terbarukan di sektor peternakan. Setiap modul dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek krusial dalam industri peternakan modern.
“Kami tidak hanya mengajarkan teori, melainkan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa tentang bagaimana menjalankan operasional peternakan dengan efisien dan berkelanjutan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara,” jelas Dr. Ir. Muhammad Rizal lebih lanjut.
### Kemitraan Strategis dengan Industri
Keberhasilan program PMTKIP sangat bergantung pada kemitraan yang solid dengan sektor industri peternakan. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kesepakatan dengan lebih dari 15 perusahaan dan kelompok peternak di tingkat lokal dan regional. Mitra industri tersebut mencakup peternakan sapi potong, peternakan unggas, peternakan kambing perah, serta unit pengolahan hasil ternak.
Salah satu mitra strategis yang hadir dalam acara peluncuran adalah PT. Sumber Ternak Sejahtera, perusahaan peternakan sapi potong terbesar di Kendari. Direktur Operasional perusahaan tersebut, Bapak Suryanto, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap program ini.
“Kami sangat mendukung inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan program magang terintegrasi. Dari pengalaman kami, banyak lulusan perguruan tinggi yang memiliki pengetahuan teori yang baik, namun kurang dalam hal keterampilan praktis. Program ini akan menjembatani kesenjangan tersebut,” ujar Bapak Suryanto dalam acara peluncuran.
Mitra industri lainnya, Kelompok Tani Ternak Sejahtera dari Desa Soropia, juga mengungkapkan komitmennya. Ketua kelompok tersebut, Ibu Nurjana, menekankan pentingnya transfer ilmu dari kampus ke lapangan.
“Petani-peternak kita memerlukan pendampingan teknologi. Dengan adanya mahasiswa yang magang di sini, kami bisa belajar tentang praktik terbaik dan teknologi terbaru, sambil memberikan pengalaman berharga kepada mereka,” kata Ibu Nurjana.
### Aspek Inovasi dan Teknologi
Salah satu fitur unggulan dari program PMTKIP adalah integrasi teknologi digital dalam setiap aspek pembelajaran. Mahasiswa akan dilatih menggunakan berbagai aplikasi manajemen peternakan, seperti sistem pencatatan produksi ternak berbasis aplikasi mobile, pemantauan kesehatan hewan melalui teknologi IoT (Internet of Things), serta analisis data untuk optimalisasi pakan dan kesehatan ternak.
Kepala Program Studi Manajemen Peternakan, Dr. Ir. Siti Nurhaliza, S.Pt., M.M., menjelaskan pentingnya aspek inovasi ini.
“Era digital telah merevolusi cara kita mengelola peternakan. Peternak modern tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga data dan analitik. Program magang kami dirancang agar mahasiswa mahir dalam menggunakan tools teknologi ini, sehingga mereka siap untuk industri 4.0,” ungkap Dr. Siti Nurhaliza.
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan laboratorium khusus bernama “Pusat Inovasi Peternakan Digital” yang dilengkapi dengan peralatan monitoring ternak canggih, perangkat analisis data, dan fasilitas pembelajaran virtual reality untuk simulasi operasional peternakan.
### Dampak terhadap Mahasiswa dan Industri
Program PMTKIP diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat. Bagi mahasiswa, program ini akan meningkatkan employability dan memberikan competitive advantage dalam memasuki pasar kerja. Dengan pengalaman magang yang terstruktur dan terakreditasi, lulusan diharapkan dapat segera produktif saat memasuki industri.
Data dari Pusat Karir Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa saat ini tingkat keterserapan lulusan Fakultas Peternakan masih mencapai 78 persen dalam enam bulan pertama setelah lulus. Target ambisius dari institusi adalah meningkatkan angka ini menjadi 95 persen dalam dua tahun ke depan, dengan bantuan program PMTKIP.
“Tidak hanya soal mendapatkan pekerjaan, mahasiswa juga akan memiliki kesempatan untuk berwirausaha. Melalui program magang ini, mereka bisa mengidentifikasi peluang bisnis, membangun jaringan, dan bahkan ada yang langsung mengembangkan usaha peternakan sendiri,” tambah Dr. Ir. Muhammad Rizal.
Untuk industri peternakan, program ini membuka peluang untuk menjaring talenta muda yang berkualitas. Beberapa perusahaan mitra bahkan telah mengindikasikan rencana untuk merekrut peserta program PMTKIP yang berprestasi. Selain itu, industri juga dapat memberikan masukan langsung kepada akademisi mengenai kebutuhan dan perkembangan terkini di lapangan, yang kemudian dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum akademik.
Bagi Sulawesi Tenggara secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat menjadi katalis untuk pengembangan sektor peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan tenaga profesional yang lebih kompeten, produktivitas peternakan lokal diproyeksikan akan meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.
### Komitmen Universitas terhadap Keberlanjutan
Universitas Muhammadiyah Kendari juga menekankan bahwa program PMTKIP tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial. Mahasiswa akan diajarkan tentang pentingnya manajemen limbah peternakan, pengurangan emisi gas metana, penggunaan energi terbarukan, dan praktik animal welfare yang sesuai dengan standar internasional.
Koordinator Aspek Keberlanjutan Program PMTKIP, Dr. Ir. Yusuf Rahman, S.Pt., M.Si., memaparkan detail kurikulum keberlanjutan ini dalam presentasinya.
“Peternakan modern tidak boleh mengorbankan lingkungan. Kami mengajarkan kepada mahasiswa bagaimana mengintegrasikan praktik peternakan dengan upaya pelestarian alam. Misalnya, limbah peternakan dapat diubah menjadi pupuk organik atau biogas. Ini adalah win-win solution untuk bisnis dan lingkungan,” jelas Dr. Yusuf Rahman.
### Tahapan Implementasi dan Timeline
Program PMTKIP akan dimulai implementasinya pada semester genap tahun akademik 2025/2026, dengan menempatkan kelompok pertama mahasiswa pada bulan Mei 2026. Sebelum ditempatkan, mahasiswa akan menjalani orientasi intensif selama satu minggu, yang mencakup pembekalan tentang keselamatan kerja, etika industri, dan pengenalan mendalam terhadap industri mitra.
Evaluasi program akan dilakukan secara berkala setiap dua minggu melalui pertemuan antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan mentor industri. Pada akhir program, mahasiswa harus menyusun laporan magang komprehensif dan melakukan presentasi di hadapan panel penilai yang terdiri dari dosen dan representasi industri.
### Testimoni dan Harapan Stakeholder
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Abdurachman, S.Tp., M.Agr., yang turut hadir dalam acara peluncuran, menyatakan optimismenya.
“Program PMTKIP adalah wujud komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk memberikan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman. Kami percaya bahwa sinergi antara akademi dan industri adalah kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga terampil dan siap berkontribusi pada pembangunan daerah,” ungkap Prof. Dr. Abdurachman.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa tingkat akhir Manajemen Peternakan yang telah terdaftar sebagai peserta program PMTKIP, Fadillah Imam Pratama, mengungkapkan antusiasmenya.
“Saya sangat senang dengan adanya program ini. Selama ini saya merasa ilmu yang saya dapat di kampus masih teoritis. Dengan magang terstruktur seperti ini, saya bisa langsung belajar dari praktisi dan memahami operasional industri secara real. Saya yakin ini akan meningkatkan kualifikasi dan kepercayaan diri saya dalam mencari kerja,” ujar Fadillah Imam Pratama.
### Kesimpulan dan Visi Masa Depan
Peluncuran Program Magang Terintegrasi dan Kemitraan Industri Peternakan oleh Universitas Muhammadiyah Kendari menandai babak baru dalam upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri di sektor peternakan. Dengan struktur yang solid, dukungan industri yang kuat, dan komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan, program PMTKIP diharapkan menjadi model yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan peternakan lainnya.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari berencana untuk memperluas program ini tidak hanya mencakup magang, tetapi juga kolaborasi dalam penelitian terapan, pengembangan kurikulum bersama, dan pembentukan inkubator bisnis peternakan. Visi jangka panjang adalah menjadikan Kendari sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia peternakan yang unggul di kawasan Sulawesi Tenggara.
Dengan dukungan penuh dari semua stakeholder, program PMTKIP diproyeksikan akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas industri peternakan, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
—
Artikel ini disusun berdasarkan acara peluncuran Program Magang Terintegrasi dan Kemitraan Industri Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari pada Selasa, 01 April 2026.