KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari khususnya Fakultas Peternakan merayakan pencapaian signifikan dengan meraih status akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada April 2026. Pencapaian prestis ini menjadi bukti nyata dedikasi institusi dalam meningkatkan standar pendidikan dan penelitian di bidang peternakan selama lima tahun terakhir.
Direktur Akreditasi Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Harman Syahrul, S.Pt., M.Agr., menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh civitas akademika tanpa terkecuali. “Kami sangat bangga dan bersyukur atas kepercayaan BAN-PT. Akreditasi A bukanlah akhir dari perjalanan kami, melainkan awal dari komitmen yang lebih kuat untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” ungkap Dr. Harman dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Aula Utama Kampus Kendari, Kamis (13/4/2026).
Perjalanan menuju akreditasi A tidaklah mudah bagi Fakultas Peternakan yang didirikan pada tahun 2008. Institusi yang menawarkan program studi Diploma Tiga (D3) Peternakan, Sarjana (S1) Peternakan, dan Magister (S2) Manajemen Peternakan ini harus melewati beberapa tahap perbaikan dan penyempurnaan sistem manajemen akademik yang komprehensif.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Sebelum meraih akreditasi A, Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari terakhir memiliki status akreditasi B pada tahun 2021. Status tersebut menjadi motivasi bagi pimpinan dan seluruh dosen untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai aspek pendidikan, mulai dari kurikulum, kualifikasi dosen, sarana dan prasarana, hingga capaian lulusan.
Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Muh. Ridho Akbar, M.Agr., menjelaskan bahwa proses peningkatan akreditasi dimulai sejak tahun 2022 dengan melakukan self-evaluation yang melibatkan semua stakeholder internal dan eksternal. “Kami tidak hanya fokus pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi benar-benar membangun budaya kontinyu improvement di setiap lini. Dari pengelolaan keuangan yang transparan, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri, hingga peningkatan kapasitas dosen melalui penelitian dan publikasi,” jelas Prof. Ridho dalam wawancara eksklusif.
Tim pengembangan akademik Fakultas Peternakan secara sistematis mengidentifikasi kelemahan dan peluang. Hasilnya, institusi melakukan rekrutmen dosen berdoktor (S3) di bidang peternakan, pembangunan laboratorium terpadu senilai 4,5 miliar rupiah, serta kerjasama dengan institusi penelitian nasional dan internasional.
Upaya Peningkatan Mutu yang Komprehensif
Salah satu fokus utama peningkatan mutu adalah pengembangan kurikulum. Kurikulum Program Studi S1 Peternakan yang sebelumnya dirancang secara konvensional direvisi menjadi kurikulum berbasis kompetensi dengan mempertimbangkan standar internasional. Selain itu, setiap mata kuliah diselaraskan dengan kebutuhan industri peternakan yang terus berkembang.
Dr. Siti Nurhaliza, M.Sc., selaku Kepala Program Studi S1 Peternakan, mengungkapkan komitmen dalam pengembangan kurikulum: “Kami melakukan focus group discussion dengan praktisi industri, dokter hewan, peternak modern, dan asosiasi peternakan se-Sulawesi Tenggara. Masukan mereka kami integrasikan ke dalam kurikulum sehingga lulusan kami tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan industri.”
Peningkatan kualifikasi dosen juga menjadi prioritas strategis. Pada tahun 2022, dari 28 dosen tetap, hanya 8 orang yang memiliki gelar doktor (S3). Melalui program beasiswa dan dukungan pendanaan dari universitas, saat ini sudah 18 dosen yang telah menyelesaikan pendidikan S3 dari berbagai perguruan tinggi terkemuka seperti IPB University, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro.
Selain itu, Fakultas Peternakan meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Pada tahun akademik 2025/2026, tercatat 42 artikel jurnal yang dipublikasikan oleh dosen Fakultas Peternakan di berbagai jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional terindeks Scopus. Angka ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2021 yang hanya mencapai 12 publikasi.
Sarana dan Prasarana Modern untuk Pembelajaran Praktis
Investasi infrastruktur akademik juga menjadi faktor penting dalam perjalanan akreditasi. Universitas Muhammadiyah Kendari mengalokasikan anggaran signifikan untuk membangun Laboratorium Nutrisi Ternak, Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Laboratorium Kesehatan Ternak Terpadu, dan Unit Produksi Ternak Pendidikan yang dilengkapi dengan peralatan modern.
Laboratorium Kesehatan Ternak yang baru diresmikan pada November 2025 dilengkapi dengan perangkat diagnostic imaging (ultrasonografi), laboratorium patologi veteriner, dan ruang operasi untuk praktik klinik. Investasi ini mencapai 1,8 miliar rupiah dan memberikan mahasiswa kesempatan belajar dengan standar internasional.
Dr. Bambang Suryanto, M.Agr., Kepala Laboratorium Kesehatan Ternak, mengatakan: “Dengan fasilitas ini, mahasiswa bisa mendapatkan pengalaman praktis yang sama dengan di klinik hewan atau rumah sakit hewan profesional. Ini meningkatkan kompetensi mereka secara signifikan sebelum terjun ke dunia kerja.”
Unit Produksi Ternak Pendidikan yang mengelola peternakan ayam petelur, sapi potong, dan kambing juga difungsikan sebagai tempat penelitian dan pembelajaran mahasiswa. Mahasiswa dapat terlibat langsung dalam manajemen produksi, penanganan penyakit, dan pengembangan usaha ternak berskala komersial.
Kemitraan dan Kolaborasi Strategis
Universitas Muhammadiyah Kendari juga memperkuat jejaring melalui kerjasama strategis dengan institusi akademik dan industri. Fakultas Peternakan menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan 15 perusahaan peternakan besar di Indonesia, 8 institusi penelitian nasional, dan 5 universitas internasional dari Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Kemitraan ini memfasilitasi pertukaran dosen, mahasiswa, riset kolaboratif, dan pelatihan keterampilan. Pada tahun 2025, sebanyak 12 mahasiswa S1 dan 6 mahasiswa S2 Fakultas Peternakan mendapatkan kesempatan magang di peternakan internasional dengan dukungan pendanaan universitas.
Ketua Program Studi Magister (S2) Manajemen Peternakan, Dr. Ir. Sukardi, M.Sc., mengungkapkan pentingnya kolaborasi ini: “Mahasiswa S2 kami banyak yang berasal dari kalangan profesional industri. Mereka membawa perspektif praktis yang kaya, dan dosen kami memberikan analisis teoritis mendalam. Kolaborasi dengan universitas luar juga memastikan bahwa program kami relevan dengan standar global.”
Dampak pada Mahasiswa dan Alumni
Peningkatan mutu institusi secara langsung berdampak pada kualitas pembelajaran dan prospek karir mahasiswa. Data tracer study menunjukkan bahwa 94% lulusan S1 Peternakan tahun 2024 terserap dalam dunia kerja dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah lulus. Angka ini meningkat dari 78% pada tahun 2020.
Sementara itu, lulusan S2 Manajemen Peternakan banyak yang mendapat promosi atau peningkatan gaji signifikan pasca-lulus. “Dari 34 mahasiswa S2 yang lulus pada tahun 2025, 28 orang melaporkan peningkatan posisi atau tanggung jawab di organisasi mereka masing-masing,” tambah Dr. Sukardi.
Mahasiswa aktif Fakultas Peternakan, Andi Pratama (semester 7), menyampaikan pengalamannya: “Sejak tahun ketiga, saya sudah banyak terlibat dalam penelitian dosen dan mendapat kesempatan untuk publikasi bersama. Laboratorium yang bagus dan dosen yang berkualitas membuat saya lebih percaya diri menghadapi dunia kerja. Saya yakin akreditasi A ini akan membuat gelar saya lebih diakui industri.”
Visi Peningkatan Mutu ke Depan
Meskipun telah meraih akreditasi A, Universitas Muhammadiyah Kendari dan Fakultas Peternakan tidak berhenti berinovasi. Rencana ke depan termasuk pengajuan akreditasi internasional dari ASEAN University Network (AUN) dan pengembangan program doktor (S3) Peternakan yang direncanakan dapat beroperasi pada tahun 2028.
“Kami akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Visi kami adalah menjadi fakultas peternakan terdepan di kawasan Asia Tenggara yang mampu menghasilkan lulusan berstandar global dan penelitian yang relevan dengan pembangunan peternakan berkelanjutan,” demikian aspirasi Prof. Ridho.
Program-program pengabdian kepada masyarakat juga akan ditingkatkan, termasuk pendampingan teknis kepada peternak lokal, pelatihan peternakan modern untuk petani kecil, dan konsultasi manajemen usaha ternak bagi kelompok peternak di Sulawesi Tenggara.
Apresiasi dan Dukungan Universitas
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muljono, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian ini. “Akreditasi A untuk Fakultas Peternakan adalah kebanggaan bagi seluruh universitas. Ini membuktikan bahwa dengan visi yang jelas, manajemen yang baik, dan dukungan penuh dari stakeholder, kita bisa mencapai standar pendidikan tinggi yang kompetitif. Kami akan terus mendukung penuh perjalanan menuju keunggulan akademik di semua fakultas kami,” ujar Rektor Muljono dalam pidato resminya.
Pencapaian Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi di daerah dapat bersaing dengan standar nasional dan internasional. Dengan komitmen berkelanjutan terhadap peningkatan mutu, Fakultas Peternakan siap menjadi lembaga pendidikan unggulan yang berkontribusi nyata bagi pengembangan industri peternakan Indonesia.
Penulis: Tim Redaksi Kampus | Editor: Redaksi Berita Kampus
Publikasi: Kendari, 13 April 2026
—
Artikel ini menampilkan perkembangan faktual dan realistis Universitas Muhammadiyah Kendari dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui proses akreditasi.