Kendari – Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari berhasil mencuri perhatian dalam penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya Tingkat Universitas yang berlangsung meriah pada 15 April 2026. Acara tahunan yang menjadi ajang kompetisi terprestisius di lingkungan kampus ini menampilkan partisipasi aktif dari berbagai program studi, termasuk prestasi istimewa yang diraih oleh mahasiswa dari Fakultas Peternakan.
Dalam kesempatan ini, mahasiswa Fakultas Peternakan tidak hanya bersaing dalam cabang olahraga tradisional, tetapi juga menampilkan seni budaya lokal yang menjadi kebanggaan Sulawesi Tenggara. Perpaduan antara semangat kompetitif dan apresiasi terhadap budaya lokal menciptakan suasana yang dinamis dan berkesan di lapangan olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari yang terletak di pusat kota Kendari.
Pencapaian Membanggakan di Berbagai Cabang
Tim olahraga dari Fakultas Peternakan berhasil meraih medali emas dalam tiga cabang olahraga unggulan. Cabang pertama adalah lari 4×100 meter putra, di mana tim relay mahasiswa laki-laki Fakultas Peternakan menyelesaikan lintasan dengan waktu 47,82 detik, mengalahkan pesaing dari Fakultas Teknik yang sebelumnya menjadi juara bertahan. Tim yang terdiri dari Riski Firmansyah, Andi Pratama, Mujahid Ridho, dan Akbar Setiawan ini berhasil menunjukkan konsistensi dalam latihan yang intensif selama tiga bulan sebelum kompetisi.
Selain cabang atletik, tim bola voli puteri Fakultas Peternakan juga mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih juara pertama setelah mengalahkan Fakultas Kedokteran dalam pertandingan final yang berlangsung seru dengan skor 3-1 (25-18, 22-25, 25-20, 25-17). Pertandingan tersebut menjadi sorotan tersendiri karena tingkat permainan yang sangat kompetitif dan menampilkan permainan tim yang solid dari kedua belah pihak.
Pencapaian ketiga datang dari cabang tenis meja nomor tunggal putra, di mana Muhammad Rizki Pratama, mahasiswa semester empat Prodi Peternakan, berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan finalis dari Fakultas Sains dan Teknologi dalam pertandingan yang membutuhkan lima set panjang. Kemenangan ini merupakan hasil dari dedikasi dan latihan rutin yang dilakukan Rizki selama berbulan-bulan di unit kegiatan mahasiswa (UKM) tenis meja Unismuh Kendari.
Tidak kalah penting, tim sepak bola putra Fakultas Peternakan berhasil meraih medali perak setelah kalah di final melawan Fakultas Hukum dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung dramatis. Meskipun tidak meraih posisi tertinggi, tim ini menampilkan permainan yang menjanjikan dengan permainan ofensif yang keras dan pertahanan yang solid di lini belakang.
Kontribusi Seni Budaya yang Mengesankan
Pada aspek seni budaya, mahasiswa Fakultas Peternakan Unismuh Kendari turut andil dalam menampilkan kekayaan budaya lokal Kendari dan sekitarnya. Dalam kategori tari tradisional, sekelompok mahasiswa perempuan dari Fakultas Peternakan menampilkan Tari Balumba, tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara. Pertunjukan mereka yang memukau berhasil menyita perhatian penonton dan dewan juri, sehingga mereka meraih medali emas dalam kategori tersebut.
Selain itu, dalam kategori musik tradisional, sebuah grup musik tradisional yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Peternakan menampilkan lagu-lagu daerah dengan menggunakan alat musik tradisional seperti gong dan drum. Harmoni yang mereka hasilkan mencerminkan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya yang harus dilestarikan oleh generasi muda. Performa mereka berhasil meraih medali perak dalam kategori pertunjukan musik tradisional.
Dalam lomba desain poster dengan tema “Melestarikan Budaya Lokal untuk Masa Depan”, dua mahasiswa dari Fakultas Peternakan yakni Siti Nurhaliza dan Nur Azizah berhasil meraih medali perunggu dengan karya visual yang mengintegrasikan elemen-elemen budaya Kendari dengan pesan-pesan modern tentang pelestarian lingkungan dan budaya.
Pandangan Pimpinan Fakultas
Dr. Moch. Syaiful Anwar, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian mahasiswa dalam festival ini. Dalam wawancara eksklusif dengan media kampus, beliau menyatakan:
“Saya sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa-mahasiswa Fakultas Peternakan kami dalam Festival Olahraga dan Seni Budaya tahun ini. Ini bukan hanya tentang medali dan juara, tetapi juga tentang semangat kolaborasi, disiplin, dan komitmen dalam mengembangkan diri secara holistik. Sebagai institusi pendidikan, kami percaya bahwa pengembangan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti ini. Pencapaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Fakultas Peternakan kami memiliki potensi besar dalam berbagai bidang,” ujar Dr. Moch. Syaiful Anwar.
Dekan juga menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, bimbingan dari dosen pembimbing olahraga dan seni, serta dukungan dari seluruh jajaran kepemimpinan Fakultas Peternakan. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan bakat dan minat mereka di bidang olahraga dan seni. Universitas telah menyediakan fasilitas dan dukungan yang cukup untuk mendukung pengembangan ini,” tambah beliau.
Pernyataan dari Para Atlet
Riski Firmansyah, salah satu anggota tim relay 4×100 meter yang meraih medali emas, berbagi pengalamannya mengenai perjalanan menuju kejayaan. “Persiapan untuk festival ini memang sangat intensif. Kami latihan setiap hari, terkadang dua kali sehari, dengan membagi waktu antara kuliah dan latihan. Dukungan dari teman-teman, dosen, dan keluarga sangat membantu dalam mempertahankan motivasi kami. Ketika kami melewati garis finish dan tahu bahwa kami telah memenangkan medali emas, semua kerja keras terasa sepadan,” ujar Riski dengan senyum lebar.
Sementara itu, Sinta Wijaya, kapten tim bola voli putri Fakultas Peternakan, menceritakan dinamika tim dalam menghadapi pertandingan final. “Tim kami berasal dari berbagai prodi dan latar belakang yang berbeda-beda. Kami baru membentuk tim ini sekitar empat bulan yang lalu. Proses team building kami cukup panjang, tetapi pada akhirnya kami berhasil menemukan chemistry yang tepat. Dalam pertandingan final melawan Fakultas Kedokteran, kami bermain dengan hati penuh. Setiap pemain memberikan kontribusi terbaik mereka, dan hasilnya adalah medali emas yang indah ini,” ungkap Sinta.
Muhammad Rizki Pratama, pemenang tenis meja nomor tunggal putra, berbagi filosofi dalam bermain. “Tenis meja bagi saya adalah sebuah meditasi. Setiap kali saya bermain, saya belajar untuk fokus, sabar, dan strategi. Saya tidak hanya bermain untuk menang, tetapi bermain untuk mengembangkan diri saya sendiri. Medali emas ini adalah bukti bahwa konsistensi dan dedikasi dalam latihan memberikan hasil yang nyata,” jelasnya dengan santai.
Dampak pada Pengembangan Mahasiswa
Keberhasilan mahasiswa Fakultas Peternakan dalam festival ini memiliki dampak yang signifikan pada pengembangan karakter dan potensi mahasiswa. Dari perspektif akademik, keterlibatan dalam kegiatan ekstrakurikuler ini telah terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar mahasiswa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan di luar kelas memiliki prestasi akademik yang lebih baik.
Selain itu, pencapaian ini juga memperkuat identitas Fakultas Peternakan di lingkungan kampus. Fakultas yang secara akademik fokus pada pengembangan pengetahuan tentang peternakan, kesehatan hewan, dan manajemen peternakan ini kini juga dikenal sebagai fakultas yang memiliki atlet dan seniman berbakat. Hal ini memberikan dimensi baru dalam pandangan masyarakat kampus tentang citra Fakultas Peternakan.
Dari sisi sosial, pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa-mahasiswa baru dan calon mahasiswa yang ingin menyadari bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari adalah institusi yang mendukung pengembangan holistik mahasiswa. Pencapaian dalam bidang olahraga dan seni budaya bukan merupakan hal yang bertentangan dengan prestasi akademik, tetapi sebaliknya, saling mendukung dan melengkapi.
Rencana Masa Depan dan Keberlanjutan
Pihak kampus, khususnya Fakultas Peternakan, telah merencanakan langkah-langkah untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan prestasi ini. Menurut Koordinator UKM Olahraga Fakultas Peternakan, Drs. Bambang Irawan, M.Si., ada rencana untuk membentuk tim-tim yang lebih terstruktur untuk persiapan festival olahraga tahun depan.
“Kami akan membentuk sebuah program pengembangan atlet berbakat (PAB) yang lebih terstruktur. Mahasiswa yang menunjukkan potensi tinggi dalam olahraga akan mendapatkan bimbingan intensif dari pelatih profesional. Kami juga akan mengajukan proposal untuk mendapatkan dukungan pendanaan yang lebih besar dari universitas untuk mendukung program ini,” jelasnya.
Selain itu, komitmen terhadap pelestarian seni budaya lokal juga akan terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan komunitas seni lokal dan pemerintah daerah. “Kami percaya bahwa mahasiswa bukan hanya pelajar akademik, tetapi juga adalah duta budaya yang bertanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya leluhur kita,” tambah koordinator tersebut.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Tingkat Universitas Muhammadiyah Kendari tahun 2026 telah menciptakan sejarah baru bagi Fakultas Peternakan. Prestasi yang diraih oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai prodi di Fakultas Peternakan menunjukkan bahwa dedikasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat dapat menghasilkan pencapaian yang luar biasa.
Ke depannya, diharapkan bahwa momentum ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, terus membuka ruang dan memberikan dukungan bagi pengembangan potensi mahasiswa dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. Pencapaian mahasiswa Fakultas Peternakan dalam festival ini adalah bukti nyata dari komitmen tersebut dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan berkembang.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan bahwa mahasiswa tidak hanya meninggalkan kampus sebagai lulusan yang memiliki keahlian teknis di bidang peternakan, tetapi juga sebagai individu yang sehat secara fisik dan mental, yang memiliki apresiasi terhadap budaya lokal, dan siap untuk berkontribusi positif bagi masyarakat luas.