KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) melalui mahasiswa Fakultas Peternakan yang berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Peternakan Berkelanjutan tingkat nasional. Pencapaian luar biasa ini diraih oleh tim yang terdiri dari tiga mahasiswa berprestasi dengan karya inovatif berjudul “Sistem Manajemen Pakan Ternak Berbasis Teknologi IoT dan Limbah Organik Lokal untuk Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Lingkungan di Sulawesi Tenggara.”
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (APTPI) berlangsung pada 12-15 April 2026 di Jakarta Convention Center. Prestasi ini merupakan bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan praktis di industri peternakan Indonesia.
PERJALANAN MENUJU JUARA NASIONAL
Tim pemenang yang dipimpin oleh Farhan Nur Rahman, mahasiswa tingkat akhir Program Studi Peternakan, bersama dua rekannya, Siti Nurhaliza dan Budi Hermanto, telah melalui proses yang panjang dan penuh dedikasi. Ide brilian mereka lahir dari observasi langsung terhadap kondisi peternakan sapi potong di daerah perkotaan dan semi-urban Sulawesi Tenggara yang sering mengalami keterbatasan pakan berkualitas tinggi dan biaya operasional yang membengkak.
“Kami memulai riset ini sejak semester enam dengan melakukan survei ke berbagai peternakan rakyat di sekitar Kendari, Kolaka, dan Bau-Bau,” ujar Farhan Nur Rahman saat diwawancarai di Ruang Dekanat Fakultas Peternakan Unmuh Kendari, Selasa (17/4/2026). “Kami menemukan bahwa mayoritas peternak masih menggunakan sistem manajemen pakan yang konvensional dan belum memanfaatkan limbah organik lokal secara optimal. Dari sini, ide kami berkembang untuk menciptakan solusi yang terintegrasi.”
Inovasi yang dirancang oleh tim tersebut menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pemanfaatan limbah organik lokal seperti jerami padi, kulit kopi, dan limbah pertanian lainnya. Sistem ini dirancang untuk memantau kualitas pakan, kadar nutrisi, dan kesehatan ternak secara real-time melalui aplikasi mobile yang user-friendly. Dengan teknologi ini, peternak dapat mengoptimalkan pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan spesifik setiap ternak, sekaligus mengurangi biaya operasional hingga 30 persen.
DUKUNGAN PENUH DARI KAMPUS
Kesuksesan tim Unmuh Kendari ini tidak lepas dari dukungan penuh dari institusi kampus, khususnya Fakultas Peternakan dan dosen pembimbing mereka. Dr. Ir. Mahrus Syukri, M.Si., selaku Dekan Fakultas Peternakan Unmuh Kendari, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa meskipun kami berada di daerah Sulawesi Tenggara, kami tetap dapat bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di tingkat nasional,” kata Dr. Mahrus Syukri dalam pernyataan resminya kepada media. “Tim pemenang telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap penelitian dan pengembangan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan akademis, tetapi juga mengembangkan soft skill dan entrepreneurial mindset yang sangat penting untuk masa depan mereka.”
Beliau juga menekankan bahwa Fakultas Peternakan Unmuh Kendari terus mendorong setiap mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi. “Program kurikulum kami dirancang untuk memberikan pengalaman praktis yang cukup. Kami memiliki fasilitas laboratorium yang memadai, dan dosen-dosen kami adalah praktisi berpengalaman di bidang peternakan,” tambah Dr. Mahrus Syukri.
Ketua Program Studi Peternakan, Prof. Dr. Ir. Yusuf Karamustafa, M.P., juga memberikan apresiasi khusus kepada tim pemenang. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) di Unmuh Kendari dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata.
“Mahasiswa kami didorong untuk melakukan penelitian yang problem-solving sejak awal masa studi. Kompetisi inovasi seperti ini adalah wadah yang sempurna bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan mereka dan mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka,” ujar Prof. Yusuf Karamustafa.
INOVASI YANG BERDAMPAK PRAKTIS
Sistem inovasi yang dikembangkan oleh tim Farhan, Siti, dan Budi dirancang dengan mempertimbangkan aksesibilitas teknologi bagi peternak dengan tingkat pendidikan dan ekonomi yang beragam. Aplikasi yang mereka ciptakan dilengkapi dengan interface yang sederhana namun informatif, sehingga mudah digunakan oleh peternak meskipun mereka tidak memiliki latar belakang teknologi yang kuat.
Komponen hardware yang digunakan juga dipilih dengan cermat untuk meminimalkan biaya investasi awal. Sensor-sensor IoT yang diintegrasikan dapat memantau parameter penting seperti suhu kandang, kelembaban, kualitas pakan, dan kesehatan ternak melalui data biometrik sederhana. Data-data ini kemudian diolah oleh algoritma machine learning untuk memberikan rekomendasi manajemen pakan yang optimal.
“Kami juga menyertakan modul edukasi dalam sistem ini,” jelas Siti Nurhaliza, anggota tim ketiga. “Peternak tidak hanya mendapatkan rekomendasi, tetapi juga informasi mengapa rekomendasi itu diberikan, sehingga mereka dapat belajar dan meningkatkan pengetahuan tentang manajemen ternak modern.”
Budi Hermanto menambahkan bahwa sistem ini telah diuji coba di lima peternakan di sekitar Kendari selama enam bulan sebelum kompetisi. “Hasil uji coba menunjukkan peningkatan produktivitas ternak rata-rata 25 persen, penurunan biaya pakan 30 persen, dan peningkatan kualitas hasil produk ternak,” paparnya dengan bangga.
PENCAPAIAN BERKAT KERJA KERAS DAN DEDIKASI
Jalan menuju juara nasional bukanlah hal yang mudah. Tim ini harus melewati seleksi tingkat regional terlebih dahulu, kemudian seleksi nasional yang ketat dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi final di Jakarta melibatkan 15 tim terbaik dari seluruh nusantara yang masing-masing mempresentasikan inovasi mereka di depan juri yang terdiri dari para ahli peternakan, teknologi, dan entrepreneur berpengalaman.
“Saat presentasi di panggung kompetisi, kami sangat gugup,” kenang Farhan sambil tersenyum. “Tetapi kami fokus menyampaikan data riset kami dengan jelas dan menunjukkan dampak praktis dari inovasi kami. Juri tampak sangat tertarik, terutama ketika kami menunjukkan video demonstrasi sistem kami yang sedang dioperasikan di peternakan mitra kami di Kendari.”
Penghargaan yang diraih tim ini bukan hanya sekadar trofi dan sertifikat. Mereka juga mendapatkan dana hibah penelitian senilai 100 juta rupiah untuk pengembangan lebih lanjut dari inovasi mereka, serta kesempatan untuk bermitra dengan Kementerian Pertanian dalam program ekstensifikasi teknologi peternakan berkelanjutan.
DAMPAK BAGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KENDARI
Prestasi ini merupakan milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam perjalanannya menjadi perguruan tinggi yang diakui secara nasional. Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. H. Harifuddin, M.Hum., melalui siaran pers resmi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sivitas akademika yang telah berkontribusi pada kesuksesan ini.
“Prestasi mahasiswa Fakultas Peternakan ini membuktikan bahwa Unmuh Kendari memiliki kapabilitas yang sama dengan universitas-universitas terkemuka di Indonesia,” ujar Prof. Harifuddin. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi dalam penelitian, pengembangan inovasi, dan pemberdayaan mahasiswa agar dapat menghasilkan lebih banyak prestasi seperti ini di masa depan.”
Pimpinan kampus juga menekankan bahwa kesuksesan ini akan dimanfaatkan sebagai momentum untuk menarik lebih banyak mahasiswa berprestasi dan mendorong kerjasama dengan industri peternakan dan institusi penelitian lainnya.
HARAPAN DAN RENCANA KE DEPAN
Tim pemenang memiliki rencana ambisius untuk pengembangan inovasi mereka. Mereka berencana untuk mendaftarkan paten atas sistem yang mereka ciptakan, serta melakukan expansion ke berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki karakteristik peternakan serupa.
“Kami ingin memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya sekadar prestasi akademis, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh ribuan peternak Indonesia,” ujar Farhan dengan antusiasme. “Ke depannya, kami berencana membentuk startup social enterprise yang fokus pada adoption teknologi ini, terutama untuk peternak kecil dan menengah.”
Ketiga mahasiswa ini juga menyatakan niatnya untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dengan fokus pada penelitian yang lebih mendalam tentang teknologi pertanian berkelanjutan dan agribusiness.
PENUTUP
Prestasi gemilang yang diraih oleh tim mahasiswa Fakultas Peternakan Unmuh Kendari ini merupakan inspirasi bagi mahasiswa lainnya dan buktinyata bahwa inovasi bermakna dapat lahir dari mana saja, termasuk dari daerah Sulawesi Tenggara. Dengan kombinasi kreativitas, dedikasi, kerja keras, dan dukungan institusional yang kuat, mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Semoga pencapaian ini menginspirasi mahasiswa-mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari dan perguruan tinggi lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa. Ke depannya, diharapkan lebih banyak lagi prestasi serupa yang akan meningkatkan citra dan reputasi perguruan tinggi Indonesia di tingkat nasional dan internasional.
—
Penulis adalah jurnalis kampus Universitas Muhammadiyah Kendari. Artikel ini diterbitkan pada 17 April 2026.